Jamblang, jambu keling atau duwet adalah sejenis pohon buah dari suku jambu-jambuan (Myrtaceae). Tumbuhan berbuah sepat masam ini dikenal pula dengan berbagai nama seperti jambee kleng (Aceh), jambu kling (Gayo), jambu kalang (Min.), jambulang, jambulan, jombulan, jumblang (aneka nama lokal di Sulut), jambulan (Flores), jambula (Ternate), jamblang (Btw., Sd.). Juga jambu juwat, jiwat, jiwat padi (Ind., juwet atau duwet (Jw.), juwet, jujutan (Bl.), dhuwak, dhalas (Md.), duwe (Bima) dan lain-lain.
Dalam pelbagai bahasa asing buah ini dikenal sebagai jambulan, jambulana (Malaysia), duhat (Filipina), jambul, jamun, atau Java plum (Ingg.), dan lain-lain. Nama ilmiahnya adalah Syzygium cumini.
Pemerian botanis
Pohon yang kokoh dan tidak menggugurkan daun, kadang-kadang berbatang bengkok, tinggi hingga 20 m dan gemang mencapai 90 cm. Bercabang rendah dan bertajuk bulat atau tidak beraturan.
Daun-daunnya terletak berhadapan, bertangkai 1-3,5 cm. Helaian daun bundar telur terbalik agak jorong sampai jorong lonjong, 5-25 x 2-10 cm, pangkal berbentuk pasak atau membundar, ujung tumpul atau agak melancip, bertepi rata, menjangat tebal dengan tepi yang tipis dan agak tembus pandang. Hijau tua berkilat di sebelah atas, daun jamblang agak berbau terpentin apabila diremas. Daun yang muda berwarna merah jambu.
Karangan bunga dalam malai atau malai rata, renggang, hingga tiga kali bercabang; umumnya muncul pada cabang-cabang yang tak berdaun. Bunga kecil, duduk rapat-rapat, 3-8 kuntum di tiap ujung tangkai, berbau harum. Daun kelopak bentuk lonceng melebar atau corong, tinggi 4-6 mm, kuning sampai keunguan. Daun mahkota bundar dan lepas-lepas, 3 mm, putih abu-abu sampai merah jambu, mudah gugur. Benang sari banyak, 4-7 mm; putik 6-7 mm.
Buah buni berbentuk lonjong sampai bulat telur, sering agak bengkok, 1-5 cm, bermahkota cuping kelopak, dengan kulit tipis licin mengkilap, merah tua sampai ungu kehitaman, kadang-kadang putih. Sering dalam gerombolan besar. Daging buah putih, kuning kelabu sampai agak merah ungu, hampir tak berbau, dengan banyak sari buah, sepat masam sampai masam manis. Biji lonjong, sampai 3,5 cm.
KegunaanBuah jamblang biasa dimakan segar. Di India dan Filipina, seperti juga kebiasaan di beberapa daerah di Indonesia, buah jamblang yang masak dicampur dengan sedikit garam dan kadang-kadang ditambahi gula, lalu dikocok di dalam wadah tertutup (biasanya dua mangkuk ditangkupkan) sehingga lunak dan berkurang sepatnya. Buah yang kaya vitamin A dan C ini juga dapat dijadikan sari buah, jeli atau anggur. Di Filipina, anggur jamblang diusahakan secara komersial.
Kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan, meskipun tidak istimewa dan agak mudah pecah. Kayu ini cukup kuat, tahan air dan serangan serangga; sekalipun agak sukar dikerjakan. Yang terlebih sering ialah digunakan sebagai kayu bakar. Kulit kayunya menghasilkan zat penyamak (tanin) dan dimanfaatkan untuk mewarnai (ubar) jala. Kepingan kecil pepagan ini juga terkadang dibubuhkan untuk menghambat keasaman tuak. Daunnya kerap digunakan sebagai pakan ternak.
Beberapa bagian tumbuhan juga dipergunakan sebagai bahan obat, tradisional maupun modern. Kulit batang, daun, buah dan bijinya acapkali digunakan sebagai obat kencing manis, murus (diare), dan beberapa penyakit lain. Bahkan simplisia dari kulit batang (dikenal sebagai Syzygii cortex) dan biji jamblang (disebut Syzygii semen) dahulu dianjurkan sebagai sediaan apotek yang tidak wajib. Di samping tanin, bahan aktif yang dikandungnya antara lain adalah glukosida yambolin (jamboline).
Pohon jamblang juga sering ditanam sebagai pohon peneduh di pekarangan dan perkebunan (misalnya untuk meneduhi tanaman kopi), atau sebagai penahan angin (wind break). Bunga-bunganya baik sebagai pakan lebah madu.
Selengkapnya...
Jumat, 16 Juli 2010
Jamblang / duwet
Sabtu, 03 Juli 2010
Khasiat Buah Srikaya
Srikaya termasuk pohon buah-buahan kecil yang tumbuh di tanah berbatu, kering, dan terkena cahaya matahari langsung. Tumbuhan yang asalnya dari Hindia Barat ini akan berbuah setelah berumur 3-5 tahun. Srikaya sering ditanam di pekarangan, dibudidayakan, atau tumbuh liar, dan bisa ditemukan sampai ketinggian 800 m dpi.
Perdu atau pohon kecil ini mempunyal tinggi 2-5 m, kulit pohon tipis berwarna keabu-abuan, getah kulitnya beracun. Daun bertangkai, kaku, ietaknya berseling. Helaian daun bentuk lonjong sampai jorong menyempit, ujung dan pangkai runcing, tepi rata, panjang 6-17 cm, lebar 2,5-7,5 cm, permukaan daun warnanya hijau, bagian bawah hijau kebiruan, sedikit berambut atau gundul. Bunga 2-4 kuntum (berhadapan), keluar dan ujung tangkai atau ketiak daun, warnanya hijau kuning. Buahnya buah semu, bentuk bola atau kerucut, permukaan berbenjol-benjol, warnanya hijau berserbuk putih, penampang 5-10 cm, jika masak, anak buah akan memisahkan diri satu dengan lainnya. Warnanya hijau kebiru-biruan. Daging buah berwarna putih, rasanya manis. Biji masak berwarna hitam mengilap.Perbanyakan dengan biji.
Sifat dan Khasiat Srikaya
Akar rasanya pahit, sifatnya dingin. Berkhasiat antiradang, antidepresi. Daun rasanya pahit, kelat, sifatnya sedikit dingin. Berkhasiat astringen, antiradang, peluruh cacing usus (antheimintik), serta mempercepat pemasakan bisul dan abses.
Biji berkhasiat memacu enzim pencernaan, abortivum, anthelmintik, dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayu berkhasiat astringen dan tonikum. Buah muda dan biji juga berkhasiat antiparasit.
Kandungan Kimia
Akar dan kulit kayu mengandung flavonoida, borneol, kamphor, terpene, dan alkaloid anonain. Di samping itu, akarnya juga mengandung saponin, tanin, dan polifenol. Biji mengandung minyak, resin, dan bahan beracun yang bersifat iritan. Buah mengandung asam amino, gula buah, dan mucilago. Buah muda mengandung tanin.
Bagian yang Digunakan
Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu, dan bijinya.
Indikasi
Daun digunakan untuk mengatasi:
* batuk, demam,
* reumatik,
* menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi,
* diane, disentri,
* rectal prolaps pada anak-anak,
* cacingan, kutu kepala,
* pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema.
Biji digunakan untuk mengatasi:
* pencernaan lemah,
* cacingan, dan
* mematikan kutu kepala dan serangga.
Buah muda digunakan untuk mengatasi:
* diare, disentni akut, dan
* gangguan pencernaan (atonik dispepsia).
Akar digunakan untuk mengatasi:
* sembelit,
* disentri akut,
* depresi mental, dan
* nyeri tulang punggung.
Kulit kayu digunakan untuk mengatasi:
* diare, disentri, dan
* luka berdarah.
Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, lihat cara pemakaian. Untuk pemakaian luar, rebus daun dan airnya, lalu gunakan untuk mencuci luka dan borok. Selain itu, dapt juga dilakukan dengan menggiling bijinya menjadi bubuk, gunakan untuk membasmi kutu kepala, kutu anjing, dan senangga. Gunakan buah masak untuk mengobati bengkak karena memar dan abses.
Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian, srikaya mempunyai aktivitas antipnotozoa dan antheimintik.
Contoh Pemakaian
* Borok, bisul keras
Cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit garam, lalu gunakan ramuan ini untuk menurap borok atau bisul dan balut. Dalam sehaii, ganti 2-3 kali.
* Mematangkan bisul
Ambil isi buah yang sudah masak, lalu giling halus. Tambahkan sedikit garam sambil diaduk merata, turapkan pada bisul, lalu balut dengan kain kasa.
* Tiba-tiba pingsan, menenangkan penderita histeris
Cuci daun segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Dekatkan gilingan daun tadi pada hidung penderita agar baunya terhisap oleh penderita.
* Membasmi kutu anjing
Mandikan anjing yang berkutu dengan air rebusan daun atau biji srikaya. Caranya, tumbuk halus daun atau biji srikaya, tambahkan air secukupnya, lalu saring airnya dan gunakan untuk memandikan anjing. Bisa juga untuk insektisida alami lho.
* Mematikan kutu kepala
Cuci biji srikaya (10 butir) dan daun srikaya segar (1 genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa, lalu aduk merata. Turapkan pada kulit kepala, lalu bungkus dengan kain. Setelah tiga jam, buka dan cuci sampai bersih. Jangan sampai bilasan air masuk ke mata karena dapat menyebabkan iritasi dan meradang.
* Cacingan pada anak
Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu rebus dengan lima gelas air sampai tersisa tiga gelas. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing satu gelas.
* Gangguan pencernaan
Cuci daun srikaya segar secukupnya, giling sampai halus, lalu tambahkan minyak kelapa secukupnya. Tempelkan pada perut.
* Diare
Cuci kulit batang srikaya (6-10 g), potong kecil- kecil, lalu tambahkan gula merah secukupnya. Rebus dengan empat gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari, masing-masing satu gelas.
* Kudis
Cuci daun srikaya segar (15 lemban), lalu giling sampai halus. Remas dengan air kapur sirih sebanyak satu sendok teh dan gunakan untuk menggosok kulit yang kudis. Lakukan sehani dua kali.
Catatan
* Ibu hamil dilarang minum rebusan biji buah srikaya.
* Hati-hati jika minum rebusan biji, kulit kayu, dan akar srikaya karena mengandung racun.
* Hanya digunakan dibawah pengawasan herbalis berpengalaman.
Selengkapnya...
Jumat, 25 Juni 2010
Resep Aneka Jus Berkhasiat
1. Jus Mengkudu
Bahan :
2 buah mengkudu matang
Cara Membuat :
1. Mengkudu di jus, sarinya di minum
2. Lakukan secara teratur
Khasiat :
untuk menurunkan tekanan darah tinggi
2. Jus TDT
Bahan :
*100 gram pisang ambon
*150 gram tomat
*150 gram jeruk mandarin
*100 cc air dingin
Cara membuat :
1. semua bahan di blender, diminum
2. lakukan secara teratur
Khasiat :
untuk menurunkan tekanan darah tinggi
3. Jus Kombinasi Buah
Bahan :
*100 gr pepaya
*100 gr apel
*100 gr nanas
*2 sdm jeruk nipis
*2 sdm madu
*200 cc air es
Cara membuat :
1. semua bahan dimasukkan kedalam juicer
2. minum hingga habis, di minum sebelum sarapan pagi
Khasiat :
melancarkan pencernaan, sembelit, dan kembung perut
4. Jus Wortel Seledri
Bahan :
*300 gr wortel
*1 genggam daun seledri
*2 siung bawang putih
*1 sdt garam
*1 sdt merica bubuk
Cara membuat :
1. semua bahan di campur dan dimasukkan kedalam juicer
2. diambil sarinya saja tanpa serat dengan saringan
3. minum sampai habis, diminum 1 kali sehari
Khasiat :
menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah
5. Jus Mangga
Bahan :
*200 gr mangga
*100 cc air hangat
*2 sdm jeruk nipis
*2 sdm madu
Cara membuat :
1.semua bahan dimasukkan ke dalam blender
2. minum hingga habis, diminum 2 kali sehari
Khasiat :
obat asma, bronkhitis, sesak nafas, dan influenza berat
6. Jus Kombinasi Buah
Bahan :
*100 gr pepaya
*100 gr apel
*100 gr nanas
*2 sdm jeruk nipis
*2 sdm madu
*200 cc air es
Cara membuat :
1. semua bahan dimasukkan kedalam juicer
2. minum hingga habis, di minum sebelum sarapan pagi
Khasiat :
melancarkan pencernaan, sembelit, dan kembung perut
7. Jus Wortel
Bahan :
*100 gr wortel
*5 gr selada air
*1 sdm madu
*250 ml jus jeruk
Cara membuat :
1. blender semua bahan lalu saring
2. hidangkan dengan sedikit air jeruk lemon agar lebih segar
Khasiat :
untuk memperindah mata karena mengandung beta karoten
8. Jus Aneka Sayur
Bahan :
*150 ge wortel
*100 gr bayam
*100 gr ketimun
*50 gr seladri
*3 sdm madu
*1 sdn sari jeruk nipis
*100 cc air dingin
Cara membuat :
1. semua bahan di blender
2. minum hingga habis, diminum sekali sehari
Khasiat :
menyempurnakan alergi, eksim, sakit punggung, rasa kejang jantung, dan menjaga kesehatan usus
9. Green Bean Tonic
Bahan :
*segenggam peterseli
*2 tangkai seledri
*2 wortel
*2 butir bawang putih
*12 kacang panjang
*1 cangkir es
*tabasco (sebagai tambahan)
Cara membuat :
1. blender semua bahan dan minum
Khasiat :
berkhasiat untuk penderita diabetes
10. Jus Kurma
Bahan :
*500 gr korma, buang biji
*5 gelas air
Cara membuat :
1. 500 gram korma, buang biji, lalu di blender dicampur dengan 5 gelas air, sampai lembut
2. minumkan pada penderita tiap satu jam satu gelas
Khasiat :
untuk menyembuhkan demam berdarah, dengn meminumkan jus kurma, trombosit penderita, normal kembali
11. jus OH (Obat Hepatitis)
Bahan :
*4 buah lobak
*1/2 buah bit
*2 buah wortel
*1 buah apel
Cara membuat :
1. semua bahan dipotong2 lalu di blender
Khasiat :
untuk mengobati hepatitis
12. Jus Pegagan
Bahan :
*60 gr pegagan segar
*100 cc air matang
Cara membuat :
1. pegagan di cuci bersih, di blender hingga halus, saring
Khasiat :
untuk menurunkan tekanan darah tinggi
Selengkapnya...
Sabtu, 19 Juni 2010
Rahasia si Sambung Nyawa
Hipertensi, kolesterol, sampai diabetes dapat dicegah hanya dengan lalapan
Menikmati ikan bakar rasanya kurang pas bila tak dilengkapi sambal terasi. Pedasnya sambal terasi pun pastinya terasa hampa jika tak diduetkan dengan dedaunan sebagai lalapan. Salah satu pilihannya adalah daun sambung nyawa. Citarasa daun dari tanaman bernama ilmiah Gynura procumbens ini memang sedikit sepet, tapi menyegarkan. Tak heran masyarakat tertentu biasa menjadikan sambung nyawa sebagai penawar pedasnya sambal.
Manfaat daun sambung nyawa tidak hanya sampai di situ. Sejak dulu, daun ini dipercaya dapat mencegah beberapa gangguan kronis. Sebut saja tekanan darah tinggi, kolesterol hingga diabetes, penyebab komplikasi berbagai penyakit.
Banyak khasiat
Memang tak ada literatur yang menjelaskan kenapa tumbuhan ini dinamakan sambung nyawa. Bisa jadi karena manfatnya yang tidak sedikit membuat penggunanya panjang umur. Seperti yang diungkapkan Lukas Tersano Adi, Ketua Harian Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (Aspetri), sambung nyawa bersifat mendinginkan sehingga mampu menurunkan panas.
Selain itu, herba ini bisa berfungsi sebagai antibiotik dan menurunkan tekanan darah. “Sambung nyawa bekerja pada tahap dini dan memberi efek signifikan, misalnya kolesterol dan tekanan darah, menjadi ‘normal’ kembali,” ungkap Lukas saat diwawancarai AGRINA.
Sambung nyawa pun dapat memperlancar sirkulasi darah sehingga mengurangi terjadinya penimbunan plak pada pembuluh darah. Plak merupakan efek dari pembentukan profil lemak yang tidak normal dan ini awal terjadinya penyakit jantung koroner. “Alkoloid, saponin, flavonoid, dan tannin merupakan kandungan sambung nyawa yang sangat berperan,” terang pria berkacamata ini.
Untuk pencegahan, Lukas memberi saran sebaiknya membiasakan mengonsumsi sambung nyawa sebagai lalapan, tumis atau jus meskipun tidak wajib setiap hari. Tapi pada taraf pengobatan terutama diabetes, Lukas mengakui sambung nyawa harus dikomposisikan dengan herbal lain. Misalnya sambiloto, tapak dara, mimba, atau daun sendok.
Bergantung Kondisi
Sejumlah penelitian ilmiah telah dilakukan guna menguak manfaat tanamanan yang dalam pengobatan Cina disebut She Juan Sao ini. Antara lain oleh Endang Hardini dari Puslitbang Farmasi, Depkes, dengan judul Uji Efek Hipotensif Gynura procumbens pada Tikus Jantan. Hasil penelitian menunjukkan, tikus yang dikondisikan menjadi diabetes, mengalami penuruan kadar serum kolesterol dan trigliseridanya setelah diberi sambung nyawa.
Erna Sucipto, herbalis di bilangan Jati Bening, Bekasi, menyatakan, sambung nyawa pun bermanfaat mengendalikan kadar gula darah (antidiabetes), menurunkan kolesterol, mencegah dan memperbaiki kerusakan ginjal, mengurangi peradangan (antiinflamasi), mengatasi maag dan sebagai pertolongan pertama pada luka akibat gigitan serangga atau ular.
Pemilik kedai Daun Emas yang menjual aneka herba tersebut, mengungkapkan, komposisi herba bergantung pada kondisi pasien. Jika komplikasi dengan tekanan darah tinggi, sambiloto atau daun sendok menjadi pendamping utama. Caranya, ambil tiga lembar daun sambung nyawa, kemudian dimakan langsung tiga kali sehari. Iringi dengan minum ramuan yang dibuat dari 10 gram sambiloto kering dan 20 gram daun sendok kering yang direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum setengah gelas sebanyak tiga kali sehari.
Sedangkan diabetes dengan kondisi pasien bertekanan darah rendah, pendampingnya sambung nyawa adalah pegagan, tapak liman, atau kumis kucing. Dalam hal ini sambiloto tidak boleh digunakan karena, “Sambiloto dapat menurunkan tekanan darah. Kalau diberikan pada pasien dengan tekanan darah rendah, tekanannya akan semakin drop,” terang wanita berjilbab ini.
sumber : http://selametr.blogspot.com
Selengkapnya...
Selasa, 08 Juni 2010
Buah Naga
Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatannamun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari.
Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah jadi mencolok sekali di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Thang loy orang Vietnam ini kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).
Macamnya
Nama buah naga diberikan pada buah-buah yang dapat dimakan dari tumbuhan:
Hylocereus undatus, yang buahnya berwarna merah dengan daging buah putih
Hylocereus polyrhizus, yang buahnya berwarna merah muda dengan daging buah merah dan
Selenicereus megalanthus dengan kulit buah kuning dan daging buah putih
Hylocereus costaricensis buah naga daging super merah.
Morfologi
Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar, batang, duri dan bunga serta buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang di dalam tanah di batang atas sebagai akar gantung. Akar tumbuh di sepanjang batang di bagian punggung sirip di sudut batang. Di bagian duri muncul ini akan tumbuh bunga yang bentuknya mirip bunga Wijayakusuma. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik seekor naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga. Batangnya berbentuk segitiga, durinya pendek sekali dan tidak mencolok, sampai mereka dianggap "kaktus tak berduri". Bunganya mekar mulai senja, kalau kuncup bunga sudah sepanjang 30 cm. Itulah saatnya kita mengundang para tetangga dan handai taulan pencinta bunga untuk menyaksikan mekarnya buah naga.Mahkota bunga bagian luar yang krem itu mekar pada pukul sembilan (kira-kira), lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benangsari yang kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh pada tengah malam. Itulah sebabnya ia tersiar luas ke seluruh dunia sebagai night blooming cereus. Sambil mekar penuh ini, ia menyebar bau yang harum. Ternyata bau ini disebar ke seluruh penjuru angin malam, untuk menarik para kelelawar, agar sudi kiranya datang bertandang untuk menyerbuki bunga itu. Dalam gelap gulitanya hutan belantara malam, mata kelelawar memang kurang awas, tetapi hidungnya "tajam"
Pembudidayaan buah naga
Orang biasanya memperbanyak tanaman dengan cara setek atau menyemai biji. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, berpasir, cukup sinar matahari dan bersuhu antara 38-40o C. Jika perawatan cukup baik, tanaman akan mulai berbuah pada umur 11- 17 bulan. Kota Malang berada 400-700 dpl, sangat cocok untuk budidaya buah naga merah. Walaupun memiliki udara yang cukup sejuk, namun mendapatkan sinar matahari yang cukup merupakan modal untuk pertumbuhan buah naga merah . Buah naga dapat berkembang dengan kondisi tanah dan ketinggian lokasi apapun, namun tumbuhan ini cukup rakus akan unsur hara, sehingga apabila tanah mengandung pupuk yang bagus, maka pertumbuhannyapun akan pesat sekali. Dalam waktu 1 tahun, tanaman bisa mencapai ketinggian 3 meter lebih. Berdasarkan beberapa sumber, buah naga belum banyak dibudidayakan di Indonesia, sementara ini data yang diperoleh baru daerah : Mojokerto, Jember, Malang, Pasuruan, Bayuwangi, dan Kulon Progo. Dengan luas areal masing-masing tidak lebih dari 3 ha
Manfaat Buah Naga
Dibalik rasanya yang manis menyegarkan, buah naga kaya akan manfaat. Banyak orang percaya buah ini dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah. Memang belum ada penelitian pasti tentang manfaat buah ini. Namun, mengingat asalnya dari jenis buah kaktus, kita percaya buah naga mengandung vitamin C, beta karoten, kalsium dan karbohidrat. Yang pasti buah naga tinggi serat sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan. (id. Wikipedia)
Selengkapnya...
11 Jenis Lengkeng Pilihan
1. Lengkeng Aroma Durian
Daun : Lurus, kaku, dan hijau tua
Tajuk : Percabangan kokoh dan tidak menjuntai
Buah : Daging buah tebal, biji kecil, kering, kulit putih, berpelat
Masa berbuah : 1,5 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 2,5 kg/pohon dari pohon berumur 1,5 tahun
2. Lengkeng Diamond River
Daun : Lanset, hijau cerah, panjang 10 cm dan lebar 3-4 cm
Tajuk : Kompak, cabang mudah terbelah
Buah : Daging buah tebal, biji kecil, berair, dan beraroma
Masa berbuah : 1,5 - 2 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 10-20 kg/pohon dari pohon berumur 2 tahun
3. Lengkeng Itoh
Daun : Lurus, agak tebal, panjang 18-22 cm, lebar 5-6 cm
Tajuk : Rimbun, cabang menjuntai seperti terkulai lemas
Buah : Beraroma sepertiBuah seukuran uang logam Rp.500, daging kering, tebal, biji kecil
Masa berbuah : 3,5 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 12 kg/pohon dari pohon berumur 3,5 tahun4. Lengkeng Jenderal
Daun : Lebar, agak panjang dan tanpa lengkungan
Tajuk : Lebar
Buah : Daging buah putih, kering, beraroma seperti diamond river, biji kecil
Masa berbuah : 3,5 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 12 kg/pohon dari pohon berumur 3,5 tahun
5. Lengkeng Kristal
Daun : Kurus, panjang 19-23 cm, lebar 5-6 cm, hijau muda, mirip dan itoh
Tajuk : Menjuntai kebawah seperti terkulai lemas
Buah : Daging buah tebal 4-5 mm, kering, kenyal, kadar gula 23 briks
Masa berbuah : 3 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 35-48 kg/pohon dari pohon berumur 3 tahun
6. Lengkeng Pingpong
Daun : Oval, panjang 11 cm, lebar 4 cm, tepi daun melengkung,
Tajuk : Cenderung ngelancir
Buah : Seukuran bola pingpong, daging tipis, biji besar, kering, beraroma
Masa berbuah : 1 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 1 kg/pohon dari pohon berumur 7-8 bulan7. Lengkeng Puang rai
Daun : Daun muda lurus dan datar,daun tua bagian tepi melengkung
Tajuk : Pertumbuhan cenderung keatas, cabang lebih liat, cocok untuk tabulapot
Buah : Daging tebal 5 mm, dibeberapa tempat berair
Masa berbuah : 1 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 20 kg/pohon dari pohon berumur 5 tahun(pot)
8. Lengkeng Satu jari
Daun : Agak pendek, panjang 16 cm, lebar 45 cm, hijau tua, ruas batang sangat pendek, letak tepat berhadapan, dan rapat
Tajuk : Tajuk pertumbuhan cenderung keatas, dan lebih kokoh, cocok untuk tabulapot
Buah : Kulit buah muda hijau muda, kulit buah matang gading, daging buah tebal, kering
Masa berbuah : 2 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 4 kg/pohon dari pohon berumur 3 tahun (pot)9. Lengkeng Si chompu
Daun : Mirip daun rambutan, panjang 19 cm, lebar 6.2 cm
Tajuk : Kompak, cabang mudah terbelah
Buah : Daging buah tebal, biji kecil, berair, dan beraroma
Masa berbuah : 3 tahun (dengan perlakuan khusus)
Produktivitas : 50 kg/pohon dari pohon berumur 3 tahun
10. Lengkeng Tanpa nama
Daun : Lebih panjang 2-2,5 cm dari daun itoh dan lebih lebar
Tajuk : Lebar
Buah : Lebih kecil dari itoh, agak berair, tetapi lebih manis daripada itoh
Masa berbuah : 4 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktivitas : 4 kg/pohon dari pohon berumur 4 tahun
11. Lengkeng Verny
Daun : Mirip rambutan, panjang 24 cm, lebar 6 cm
Tajuk : Rimbun
Buah : Kulit tebal, besar seperti pingpong, daging kering dan tebal
Masa berbuah : 5 tahun dari bibit hasil sambungan yang diberi perangsang buah
Produktivitas : 7,8 kg/pohon dari pohon berumur 5 tahun (Trubus)
Selengkapnya...
Selasa, 18 Mei 2010
Jus Delima, Si Segar Penyehat Jantung
Delima (Punica granatum) umumnya ditanam di dataran rendah. Tumbuh baik pada berbagai keadaan iklim, menghendaki tanah agak subur. Ukuran buahnya lebih kurang sebesar jeruk atau apel, dengan kulit keras warna merah gelap atau kecoklatan.
Bijinya (sebuah delima rata-rata berisi sekitar 800 biji) yang biasa dimakan "diselimuti" cairan tembus cahaya, berada dalam suatu selaput putih seperti spons berasa pahit.
Di beberapa negara Timur Tengah, selama berabad-abad, delima?yang asal katanya dari bahasa Perancis; pome garnete, berarti "apel berbiji"?telah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional, di samping tentunya jadi bahan sajian yang menyegarkan. Demikian halnya di negeri kita.
Konon, kulit akarnya yang banyak menyimpan senyawa-senyawa alkaloid, antara lain pelletierin, bisa digunakan sebagai obat cacing. Sementara tumbukan buah atau seduhannya berguna untuk menghentikan mencret atau disentri. Lalu, air rebusan bunganya bisa dijadikan alternatif pereda sakit gigi.
Selain alkaloid, dalam kulit akar, kulit batang dan buah, terutama bagian kulitnya, terkandung zat penyamak yang berkhasiat mengecilkan pori-pori, antiseptik, dan hemostatik yang baik untuk keputihan. Disebutkan Anorital dan Yuningprapti (1995), kulit buah delima termasuk golongan slightly toxic dan mempunyai daya antibakteri terhadap Salmonella typhi.
Akan tetapi, kemampuan delima rupanya bukan cuma itu. Khusus yang berkaitan dengan hasil olah buahnya, setelah dibuat jus?hasil penelitian belakangan, meski masih sebatas pada binatang percobaan?membuktikan kehebatan lainnya.
Dr Claudio Napoli, profesor of medicine and clinical pathology di the University of Naples School of Medicine, Italia, bersama koleganya, melalui percobaan pada tikus, membuktikan, jus buah ini dapat diandalkan guna mencegah penumpukan lemak sepanjang dinding arteri. Artinya, jus buah ini sanggup mencegah penyakit jantung. Disebutkannya, sel jantung tikus yang dicekoki jus delima meningkat 50 persen produksi nitrogen oksida (nitric oxide/NO)-nya, dan tereduksi perkembangan plaknya hingga sekitar 30 persen (http://www.yahoo.com).
Tinggi antioksidan
Banyak orang menyangka bahwa penebalan dan penyempitan dinding arteri koroner, yang merupakan penyebab utama serangan jantung, dipicu oleh asupan LDL kolesterol yang berlebihan. Padahal, menurut Cooper?penulis Antioxidant Revolution?kejadian tersebut belum tentu terjadi andai tidak ada pemicu lain. Sebutlah radikal bebas, yang diaktifkan oleh berbagai faktor, termasuk asap rokok, pencemaran udara, dan olahraga yang berlebihan.
Radikal bebas akan mengoksidasi partikel LDL kolesterol dan membuatnya rusak. Sel-sel darah putih (makrofag) di dalam dinding arteri akan berupaya menghilangkan partikel LDL yang sudah rusak dengan cara "memakannya sampai habis".
Sayangnya, setelah proses tersebut, sel makrofag tidak dapat melepaskan diri dari bagian kolesterol LDL. Sel-sel bengkak yang dihasilkan, disebut sel-sel busa, selanjutnya menempel pada dinding pembuluh arteri, membentuk plak dan menyebabkan penyempitan. Hingga pada akhirnya terjadilah penyakit kardiovaskuler yang parah dan mungkin pula serangan jantung.
Sebetulnya ada upaya yang bisa dilakukan supaya plak tidak telanjur menjadi "keras", yaitu dengan mengasupkan antioksidan. Antioksidan akan melindungi LDL kolesterol hingga tak teroksidasi oleh radikal bebas. Makrofag selanjutnya tak perlu repot-repot "memakan" partikel teroksidasi, dan dinding arteri otomatis akan bersih dari sel-sel busa yang menempelinya.
Delima kaya akan antioksidan, bahkan paling tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain yang telah diuji (lihat tabel). Dengan demikian, buah ini bisa diandalkan guna menangkis serangan radikal bebas. Maka, tak perlu heran jika tikus-tikus yang dicekoki jus delima memiliki dinding arteri yang sehat, hingga terjauhkan dari serangan jantung yang mungkin menyerang.
Namun, bukan karena kandungan oksidannya saja serangan jantung bisa dicegah. Kehebatan delima dalam mendongkrak NO patut diperhitungkan pula.
Dalam kaitan dengan kesehatan jantung, NO, si molekul imut-imut yang disintesis oleh sel endotel ini, akan bertindak sebagai relaksan (endothelium-derived relaxing factor/EDRF), pengatur tonus otot polos. Banyak preparat vasodilator yang digunakan secara luas dalam perawatan angina pektoris, seperti nitrogliserin, bekerja dengan meningkatkan pembentukan senyawa ini.
Membuat jus delima
Walau banyak pakar yang mengomentari hasil tersebut dengan kalimat, "masih terlalu dini untuk disimpulkan", hingga belum berani menganjurkan untuk dijagokan guna mencegah penyakit jantung, tak sedikit pula ternyata yang optimis dengannya.
Lepas dari semua itu, satu hal yang layak dicatat, hingga saat ini belum ada satu pun laporan yang menyebutkan efek negatif mengonsumsi jus delima. Kecuali "pecahan" bijinya, yang disebut Lee dan Watson (1998), dapat menyebabkan iritasi dan memicu terjadinya kanker esofagus. Dengan kata lain, Anda dapat menikmati jus delima?tanpa campuran "pecahan" bijinya?kapan pun Anda suka dalam rangka menikmati rasanya yang manis menyegarkan.
Selain diminum langsung, jus delima bisa pula "disulap" menjadi selai, saus, atau sirup. Cara membuatnya terbilang gampang. Tempatkan biji delima yang berselimut cairan bening dalam food processor atau blender dan proses hingga jus terbentuk.
Pisahkan bijian dengan ayakan rapat atau kain kasa?secara umum, sebuah delima ukuran sedang bisa menghasilkan sampai sekitar tiga perempat cangkir biji atau setengah cangkir sari buah.
Jika sudah berbentuk jus, supaya bisa disimpan lama, bekukan serta simpan jus dalam wadah kedap udara. Dengan cara ini, jus delima dapat tahan hingga jangka waktu sekitar enam bulan.
Sumber : Yuga Pramita
Mahasiswa FKM Universitas Diponegoro, Semarang
Selengkapnya...
Kelor di Jaman Kuno, Kelor di Jaman Modern, Tetap Sama Ampuhnya
Kelor di Jaman KunoDalam tradisi pengobatan kuno India (Ayurveda), daun kelor (Moringa oleifera) dianggap sakti karena bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Dalam daftar obat kuno India kelor memang menduduki tempat istimewa karena bisa digunakan untuk menyembuhkan sekitar 300 penyakit.
Berita mengenai kesaktian daun kelor yang disebutkan dalam Ayurveda akhirnya sampai juga ke telinga orang-orang pintar di Nusantara terutama Jawa. Seperti kita ketahui, pada jaman dahulu pengaruh budaya India di Nusantara sangatlah kuat. Setelah mempelajari Ayurveda, para ahli obat herbal di Nusantara juga mulai berhasil mengobati berbagai macam penyakit dengan daun kelor. Tingkat keberhasilan pengobatan dengan daun kelor pada masa itu begitu tinggi hingga mampu melahirkan mitos tersendiri.
Di jaman dimana penyakit masih dianggap sebagai gangguan mahluk halus, pengobatan penyakit tidak lepas dari acara ritual pengusiran mahluk halus. Karena daun kelor bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit maka tidak heran jika daun ini dianggap bisa mengalahkan kekuatan mahluk halus. Akibatnya terbentuklah mitos bahwa daun kelor ampuh untuk menaklukkan mahluk halus. Lambat laun justru mitos ini lah yang berkembang, sedangkan fungsi kelor untuk pengobatan sebagaimana diterangkan dalam Ayurveda malah ditinggalkan.
Pengaruh mitos bahwa daun kelor bisa untuk mengalahkan mahluk halus telah merasuk begitu dalam ke benak masyarakat pada jaman dahulu, tak terkecuali juga para jawara sakti yang biasa mendapat kekuatan dengan bantuan mahluk-mahluk halus. Mereka ikut termakan mitos tersebut dan sangat yakin bahwa kesaktiannya akan hilang jika berhadapan dengan daun kelor. Dengan keyakinan seperti itu, sedikit saja mereka terkena sentuhan daun kelor maka secara psikologis kekuatannya akan runtuh duluan dan akhirnya memang fisiknya juga benar-benar ikut lemas dan ambruk. Fakta bahwa mental seseorang bisa mempengaruhi kekuatan fisiknya itu bukan hal yang baru.
Hingga saat ini masih banyak orang yang sulit untuk melepaskan diri dari belenggu mitos kesaktian daun kelor. Masih banyak ditemui di desa-desa dimana orang percaya bahwa jika ada orang yang sakit dan tergeletak lama namun tidak juga meninggal, maka orang tersebut diduga memiliki kesaktian tertentu yang harus segera dilepas dari tubuhnya. Untuk membantu melepas kesaktiannya biasanya orang tersebut disapu dengan daun kelor hingga akhirnya dapat meninggal dengan tenang. Ketika jasadnya kemudian dimandikan orang tersebut juga disapu lagi dengan daun kelor supaya bersih dari segala mahluk yang masih menempel pada jasadnya.
Saking banyaknya orang sakit yang berhasil diobati dengan daun kelor pada jaman dahulu sampai-sampai mitos kesaktian daun kelor bisa bertahan hingga ribuan tahun, bahkan hingga sekarang. Selain untuk mengusir, kelor juga dipercaya bisa menolak kedatangan mahluk halus. Di jaman serba teknologi seperti sekarang ini kadang masih bisa ditemukan ada rumah yang di atas pintu utamanya ditaruh seikat daun kelor sebagai penolak bala.
Kelor di Jaman Modern
Lain dulu lain sekarang. Dengan penelitian ilmiah, terungkap bahwa daun ini ternyata mengandung berbagai unsur nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk memulihkan dan menjaga kesehatan. Variasi dan kadar kandungan nutrisi daun kelor berada di luar batas-batas kewajaran. Fenomena aneh ini diakui di dunia barat sekalipun karena memang dasarnya adalah penelitian ilmiah. Tidak heran banyak media masa internasional mempopulerkan pohon kelor sebagai “miracle tree” alias pohon ajaib, bahkan ada yang menyebutnya sebagai "tree for life". Memang mengagumkan. Bayangkan saja, jika kita memiliki sebuah pohon di halaman rumah yang bisa ditanam dan dirawat dengan mudah, tidak mati meskipun diterpa kemarau panjang, daunnya bisa disayur untuk memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh, bisa digunakan sebagai obat ketika kita sakit, selain itu bijinya juga bisa untuk menjernihkan air yang kita minum. Kedengarannya seperti pohon yang hanya ada di dunia angan-angan, namun kenyataannya memang ada.
Adalah Lowell Fuglie, seorang warga negara Prancis yang tinggal dan bekerja di Senegal, yang pertama kali meneliti kandungan nutrisi daun kelor. Pada akhir tahun 90an orang ini mulai meneliti daun kelor dan menemukan bukti bahwa ibu-ibu hamil yang mengalami gizi buruk sekalipun masih bisa dibantu untuk memiliki bayi yang sehat dengan cara mengonsumsi daun kelor. Hasil penelitian si Lowell ini sekarang banyak dimanfaatkan oleh banyak negara untuk memerangi gizi buruk, terutama negara-negara berkembang di semenanjung Afrika. Program penggalakan penanaman daun kelor di negara-negara Afrika merupakan kampanye yang intensif melalui lembaga-lembaga pendidikan dan swadaya masyarakat. Tak kurang dari seorang sekjen PBB (Kofi Annan pada waktu itu) ikut mendukung sosialisasi penggunaan daun kelor utnuk memerangi gizi buruk.
Kelor Sebagai Sumber Nutrisi
Pohon kelor memiliki daun yang mengandung nutrisi paling lengkap dibanding dengan tumbuhan jenis apapun. Selain vitamin dan mineral, daun kelor juga mengandung semua asam amino esensial (asam amino yang tidak diproduksi sendiri oleh tubuh dan karena itu harus disuplai dari luar tubuh dalam bentuk jadi). Asam amino sangat vital sebagai bahan pembentukan protein. Penelitian juga membuktikan bahwa daun ini sama sekali tidak mengandung zat berbahaya. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia masyarakat sudah biasa memanfaatkannya sebagai sayuran, terutama untuk memperbanyak dan melancarkan ASI seperti halnya daun katuk.
Selama ini jika kita bicara tentang sumber Vitamin A, yang terbayang adalah wortel, padahal dengan berat yang sama Vitamin A pada daun kelor jauh lebih banyak dibanding wortel. Dengan perbandingan berat yang sama, daun kelor juga mengandung Vitamin C lebih banyak dibanding jeruk, kalsium empat kali lipat susu, potasium tiga kali lipat pisang, protein dua kali lipat yogurt dan zat besi jauh lebih banyak daripada bayam. Dari 24 unsur nutrisi (beberapa vitamin, mineral dan asam amino) yang kami uji di laboratorium milik sebuah universitas di Malang, semua terdeteksi keberadaannya dengan kadar yang cukup signifikan.
Pohon kelor adalah pohon yang mudah tumbuh di daerah tropis. Pohon ini diduga berasal dari daerah sekitar Nepal, India. Di Indonesia, pohon ini tumbuh di mana-mana dan banyak ditanam oleh petani sebagai pagar atau batas kebun karena pohon ini memang awet hidup, pada musim kemarau panjang sekalipun.
Mungkin kita patut meniru negara-negara di Afrika untuk membantu mengatasi masalah gizi buruk dengan kelor. Untuk sebagian besar saudara kita, jeruk masih mahal, wortel juga mahal, susu terlalu mahal, yogurt sangat mahal, obat semakin mahal, dokter tambah mahal. Hanya kelor yang kemungkinan bisa tetap dibuat murah karena menanamnya juga sangat mudah, bisa tetap tumbuh nyaris tanpa perawatan, dan mulai bisa dipanen pada umur yang cukup singkat. Tancapkan saja beberapa batang kelor di sembarang jenis tanah dan tunggu 2 atau 3 bulan, daunnya sudah mulai bisa dipetik untuk dimanfaatkan. Dalam 40 hari berikutnya, trubusnya sudah bisa diambil lagi dan begitu seterusnya sampai generasi anak cucu.
Kelor Sebagai Multivitamin Alami
Bagi mereka yang merasa jauh dari risiko gizi buruk, daun kelor juga tetap bermanfaat untuk memastikan keseimbangan nutrisi dalam tubuh sekaligus sebagai obat herbal. Seperti kita ketahui jika nutrisi dalam tubuh kita tidak seimbang, kita akan terkena warning berupa penyakit. Anemia dan sariawan, diketahui sebagai warning akibat kita lalai menyediakan zat besi, beri-beri adalah warning akibat kita lupa dengan Vitamin B1, gondongan akibat kita mengabaikan kebutuhan iodium, keropos tulang akibat lupa menyediakan kalsium, dan banyak lagi penyakit yang terkait dengan infeksi karena daya tahan tubuh melemah akibat kekurangan unsur nutrisi tertentu.
Ternyata, kekurangan nutrisi juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Penyakit dementia (kerusakan pada jaringan otak dengan gejala antar lain menurunnya daya ingat, kesulitan berfikir logis, dan berperilaku semaunya) dahulu dianggap tidak ada kaitannya dengan nutrisi namun belakangan ternyata diketahui penyebabnya adalah akibat kekurangan Vitamin B3. Jika separo saja penduduk negeri ini kekurangan Vitamin B3, apa gak kacau bangsa ini.
Secara logika tidaklah sulit untuk menyimpulkan bahwa keseimbangan nutrisi merupakan pondasi untuk membangun fisik maupun mental yang sehat. Masalahnya kita tidak pernah tahu persis apakah makanan yang kita makan sehari-hari benar-benar telah memenuhi semua nutrisi yang diperlukan. Makanan yang mahal belum tentu mengandung nutrisi yang dibutuhkan. Bisa jadi di satu sisi kelebihan, namun di sisi lain tetap kekurangan. Apalagi banyak makanan yang dijual setelah melalui proses pengolahan dan penyimpanan yang begitu panjang sehingga nutrisi yang seharusnya terkandung pada makanan tersebut telah banyak yang hilang. Belum lagi semakin maraknya junk food di mana-mana, yakni makanan yang mengutamakan tampilan, kepraktisan penyajian dan kekuatan rasa, sementara nilai nutrisi dan sifat-sifat alaminya benar-benar dinomorduakan. Ditambah lagi semakin kentalnya budaya dimana makan bukan lagi dianggap kewajiban untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tubuh melainkan lebih dianggap sebagai acara untuk memenuhi selera dan kesenangan plus lambang status sosial. Tak heran jika akhirnya banyak yang kena WARNING BERAT dari tubuhnya sendiri.
Tidak ada salahnya kita berikan tubuh kita makanan yang kita tahu mengandung nutrisi paling lengkap dan alami. Dengan suplai nutrisi yang lengkap dan alami tubuh kita tahu persis bagaimana caranya menjaga dan memulihkan kesehatan untuk kita. Biarkan tubuh menggunakan nutrisi sesuai tujuan dan aturan mainnya sendiri. Tuhan telah melengkapi tubuh kita dengan mekanisme sedemikian sempurna agar tubuh kita tetap sehat dan semua bagiannya berfungsi secara normal. Tugas kita adalah memenuhi kebutuhan tubuh dengan nutrisi yang dibutuhkannya.
Jika anda mengalami kesulitan mencari makanan yang nilai nutrisinya lengkap dan alami, daun kelor adalah solusinya! Tidak ada tumbuhan selain kelor yang mengandung unsur nutrisi sebanyak ini: Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B3, Vitamin C, Calcium, Chromium, Copper, Iron, Magnesium, Manganese, Potassium, Protein, Zinc, Isoleucine, Leucine, Lysine, Methionine, Phenylalaine, Threonine, Tryptophan, Valine, Alanine, Arginine, Aspartic Acid, Cystine, Glutamic Acid, Glycine, Histidine, Serine, Proline, Tryrosine, dsb.
Kesimpulan
Dulu penyakit dianggap sebagai gangguan mahluk halus dan kelor dianggap sakti karena mampu untuk mengusirnya. Sekarang penyakit diketahui sebagai gangguan keseimbangan nutrisi, dan kelor mampu untuk menyeimbangkannya. Kelor jaman dulu dan kelor jaman sekarang tetap sama saktinya. Yang berbeda hanyalah cara orang menjelaskan fenomena kenapa daun dari pohon ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Dahulu kelor ampuh untuk mengusir mahluk halus seperti wewe gombel dan gendoruwo yang mengganggu anak manusia. Kini, kelor juga tetap ampuh menolak gangguan mahluk halus seperti virus, bakteri dsb. Dalam rangka 'back to nature', tidak ada salahnya kita merevitalisasi kesaktian daun kelor dengan cara pandang dan keilmuan masa kini.
sumber : http://www.plantamor.com
Selengkapnya...
Sabtu, 08 Mei 2010
Teknologi Pembuatan Ronde Ubi Jalar
W8ZXJJG2P7CE
Ronde Bijar adalah salah satu jenis penanganan dari bahan dasar ubi jalar dicampur dengan tepung ketan/sagu/tapioka yang berfungsi sebagai perekat didalamnya diisi kacang tanah yang telah disangrai ditumbuk halus dan dicampur gula pasir serta disajikan dengan air jahe manis yang diberi sere dan ditaburi kacang tanah yang disangrai.
Bahan Ronde:
Tepung ubi 50
Tepung ketan 50 g
Air 20 cc
Pasta Ubi 100 g
Tepung ketan 50 g
Bahan isi ronde :
Kacang sangrai 300 g
Gula Pasir 100 g
Air 20 cc
Air jahe :
Air 1 liter
Gula 210 g
Jahe 250 g
Sere 2 batang
Pembuatan Ronde :
Cara 1 : Tepung ketan 50 g dicampur air 20 cc dan tepung ubi jalar 50 gr, diaduk sampai kalis, dibentuk bulat-bulat (diisi dengan kacang tanah 300 gr yang telah disangrai dan ditumbuk ditambah gula pair 100 gr. Direbus di air mendididh dan diangkat/ditiriskan setelah timbul.
Cara 2 : Pasta ubi jalar 100 g dicampur air 20 cc dan tepung ketan 50 gr, diaduk sampai kalis, dibentuk bulat-bulat (diisi dengan kacang tanah 300 gr yang telah disangrai dan ditumbuk ditambah gula pair 100 gr. Direbus di air mendididh dan diangkat/ditiriskan setelah timbul.
Selanjutnya siapkan air 1 liter + jahe 200 gr + sere 3 btg, gula 200 gr, dicampur direbus sampai mendidih, disaring sehingga jadilah air jahe. Dan Ronde sdh siap dihidangkan.....
sumber : www.deptan.go.id
Selengkapnya...
Pohon Industri Ubi Jalar
Manfaat tanaman ubi jalar :
1. Daun : Sayuran, makanan ternak
2. Ubi : Ubi rebus, goreng, bakar, French Fries ubi jalar, Pasta
3. Kulit : makanan ternak
4. Ubi kupas :
a. Kolak, bubur
b. Mi, cookis, bubur, talam, lapis dll
c. Keripik, keremes, grubi, lemet.
d. Sawut kukus
e. Tepung ubi bahan substitusi tepung terigu dan tepung beras
f. Industri makanan, farmasi, kosmetik,tekstil (pewarna), lem, bio ethanol
sumber : www.deptan.go.id
Selengkapnya...
